Kamis, 16 Februari 2017

Diagnosa itu Penting

*Pentingnya Ilmu Diagnosa Bagi Peruqyah*
*===============================*

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين: و بعد:

Sebagai praktisi ruqyah syar'iyyah, hendaknya kita juga mengenal pengobatan medis secara umum, agar dalam menangani pasien tidak asal-asalan, atau menganggap semua penyakit pasien adalah gangguan jin/sihir. Karena itu diagnosa hendaknya dilakukan secara objektif dan subjektif.

Karena kita semua menyadari, ruqyah bukan hanya untuk terapi gangguan jin, tapi untuk semua penyakit baik penyakit fisik, psikis, gangguan, sihir, dan 'ain, bahkan Al Qur'an dalam tafsir QS Al Isro:82 dijelaskan oleh mufatsir sebagai obat untuk penyakit dunia dan penyakit akhirat.

Dan sesungguhnya gangguan syaitan (jin jahat) tidak melalu orang kesurupan atau sihir, bisa pula penyakit itu seolah fisik dan seolah psikis namun setelah diagnosa tidak ditemukan penyakitnya. Maka dengan ilmu diagnosa, kita bisa menarik kesimpulan. Bahkan gangguan jin/sihir pada hakikatnya bukan menyakiti jasad dan jiwa, tapi merusak aqidah. Justru gangguan syaitan yang paling besar adalah Penyimpangan fitrah dan aqidah, di mana kita saksikan ada orang malas beribdah, susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah, menganggap biasa keburukan, menyepelkan ibadah, terjebak dalam syubhat, dan talbis, dan tidak menutup kemungkinan penyakit ini pun diderita oleh seorang peruqyah. Juga mereka yang telah hijrah, hijrah bukan sekedar memotong celana jadi cingkrang tapi memotong kecongkakan, bukan sekedar menghibaji tubuh tapi bagaimana menghijabi qolbu dari kesombongan, bukan sekedar memanjangkan jenggot tapi bagaimana memanjangkan syukur dan sabar.

Maka sejatinya peruqyah juga perlu ilmu syar'ie untuk mendakwahi pasien. Menyembuhkan penyakit akhirat, hasad, dendam, dll. Ini pun dibutuhkan diagnosa terlebih dahulu.

Jika kita membaca dalam QS Yunus ayat 57 disebut Al Qur'an juga sebagai penawar untuk seluruh penyakit yang bersumber dalam dada (Qolbu-Red)

Dan kita pun tahu, bahwa sumber seluruh penyakit adalah qolbu, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
_"Di dalam diri manusia terdapat segumpal daging, apabila daging itu baik maka akan menjadi baiklah seluruh anggota tubuhnya, jika daging itu buruk maka akan menjadi buruklah seluruhnya, ketahuah bahwa segumpal daging itu adalah qolbu"._ Nah, qolbu adalah Bahasa Arab yg artinya jantung, yg terletak di dalam dada manusia.

Namun sebelumnya, yang harus kita sadari sebagai terapis ruqyah syar'iyyah dalam menangani penyakit adalah, Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi :
_“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571)._

_“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641)._

Artinya, jika kita mengalami penyakit dan musibah, itu adalah alarm dari Allah atas dosa yg telah kita lakukan. Maka yg pertama dilakukan adalah, *bertaubat* dari setiap dosa2 yg pernah dikerjakan, kemudian *taat* yang merupakan muatan inti dari konsep Tazkiyyatun nafs (penyucian jiwa dari kotorannya). Pasalnya, jika pasien diruqyah dalam keadaan atau kondisinya masih zolim, maka akan terhalang baginya Al Qur'an sebagai obat, sebagaimana firman Allah dalam QS Al Isro:82
_"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan_ *Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."* Setelah mendiagnosa kezalimannya lalu mentaubatinya, mengobati kezoliman dengan ketaatan, barulah obati penyakitnya.

Jika tindakan yang harus dilakukan ketika sakit adalah Bertaubat, taat, kemudian barulah berobat. Maka tindakan yang pertama kali dilakukam dalam berobat adalah dignosa. Karena sesuai sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :
_“Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu, pasti akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. (HR. Muslim)_

Nah, untuk dapat menemukan obat yang tepat kita harus melakukan diagnosa yang tepat pula. Namun pada akhirnya kembali lagi pada *Izin Allah ajja wazala*, bagaimana agar Allah mengiznkan dan ridho dengam ikhtiar berobatnya, itu lebih uatam, ketimbang sembuh tapi maksiat. Maka hindari obat yang haram dan cara syirik.. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
_“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633)._

Baik, ikhwah fillah, rahimakumullah.. Diagnosa adalah pedang bagi setiap pengobat, baik itu praktisi pengobatan medis maupun non medis.

Melihat perkembangan dunia pengobatan yang semakin hari semakin berkembang serta penyakit yang juga semakin beragam maka diagnosa merupakan salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap pengobat.

Dengan diagnosa maka seorang pengobat akan mampu melihat kelemahan organ pada klien yang datang, meskipun klien tersebut tidak menceritakan nya. Hal ini wajar karena kebanyakan klien tidak menyadari akan kelemahan organ yang dideritanya.

Misal ada klien datang dengan keluhan sakit kepala berkepanjangan, seorang pengobat yang handal harus melihat keluhan tersebut dengan berbagai sisi dan wajib mengajukan berbagai pertanyaan penting seperti apa yang dirasakan, sejak kapan penyakit diderita, sering merasa dingin atau panas, apakah sering terpapar angin, dsb.
Dilanjutkan dg pemeriksaan nadi ataupun diagnosa telapak tangan secara sederhana. Adapun diagnosa yg lebih akurat harusnya dilakukan dengan melihat lidah ataupun iris mata.

Kemampuan diagnosa seperti itulah yang jarang dimiliki oleh pengobat di sekitar kita, bahkan mungkin kita sendiri.

Tidak jarang dari kita mengesampingkan diagnosa sehingga setiap klien yang datang ditangani dengan cara yang sama.

Padahal fakta dilapangan banyak kasus sakit kepala dengan rasa yang sama disebabkan oleh gangguan organ yang berbeda.

Klien satu disebabkan oleh masalah asam lambung sedangkan yang lain disebabkan oleh faktor gangguan irama jantung. Dan lain-lain sebagainya..

Beda kasus beda penanganan..

Klien satu cukup dengan berbekam sedangkan klien yang lain mungkin perlu ditambah akupunktur dan pijat refleksi.

Karena itulah sebagai landasan awal bahwa diagnosa sangatlah penting untuk menentukan treatment ataupun tindak lanjut yang akan kita berikan kepada klien.

Wallahu a’lam.

video microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF NOW

microsoft office word 2007 how to Save as PDF format. microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF Video's was published...